Nasehat 5 Bab Part 3

Nasehat 5 Bab Part 3
 
Assalamualaikum wr.wb


Pertama saya bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan semua kenikmatan kepada kita semua. Baik berupa kesehatan, kelonggaran, kekayaan dan juga pol-polnya Nikmat dan sebagai rajanya nikmat, yaitu Nikmat Hidayah Qur'an Hadist ini. Kita diberikan nikmat Qur'an Hadist yang berbentuk Jama'ah merupakan suatu kenikmatan yang tak tertandingi, sebab tidak semua orang diberi Oleh Allah.


Sesungguhnya keduniaan diberikan Oleh Allah kepada orang yang dicintai dan orang yang tidak dicintai, dan Agama hanya  diberikan kepada orang yang dicintainya saja,maka barang siapa yang diberi Agama Oleh Allah sama halnya dicintainya ( HR.Ahmad ).


jadi kita harus benar-benar bersyukur kepada Allah dijadikan orang iman, dijadikan calon ahli Syurga, diselamatkan dari jurang neraka,

sebagaimana dalam firman Allah QS.Ali imron Ayat 103.

dan kalian telah berada ditepi jurang neraka, dengan Hidayahnya Allah menyelamatkan kalian dari api neraka. seperti itulah Allah menjelaskan ayat-ayatNya pada kalian semua, agar kalian mendapat petunjuk ( QS. Ali Imron 103 ).


Maka dari itu semua pemberian dari Allah harus kita syukuri secara ucapan dan perbuatan. adapun ucapan kita syukuri Allhamdulillahi robbil 'aalamin, dan perbuatan kita juga harus benar-benar mencerminkan sikap orang jama'ah, sikap orang yang beriman sesuai dengan tuntunan Allah dan Rosul dan meningkatkan amalan-amalan yang bagus.


Dan yang ke duan kalinya saya bersyukur pada para perantara agama yang telah memperjuangkan agama yang hak ini, mulai dari nabi kita Muhammad SAW yang dibantu para sahabat, kemudian diteruskan para mubaligh dan mubaligotnya.


Terutama mubaligh besar  kita yaitu Bapak  KH.Nurhasan Al Ubaidah Lubis yang telah membawa Qur'an Hadist Jama'ah ini dari Mekah Madinah sampai kenegara Indonesia yang mana sekarang diteruskan oleh puteranya yaitu Bapak H.M. Abdul Azis Sulton Aulia yang menjadi pengatur kita sekarang. semua itu harus kita syukuri, sebab belum dikatakan syukur kepada Allah sebelum bersyukur kepada manusia.sebagaimana sabda Nabi :


Barang siapa yang belum bersyukur kepada manusia sama halnya belum bersyukur kepada Allah ( HR.Ahmad ) 


Maka dari itu kita harus bersyukur kepada beliau-beliau sebab perjuangan mereka tidak enak-enakan seperti sekarang, dulu mereka berkorban harta benda, keluarga bahkan nyawanya untuk menegak kan agama yang benar ini, dan atas jara para perantara agama saya syukuri dengan ucapan Allhamdulillahi jazza humullohu khoiro.


Selanjutnya saya bersyukur pada saudara jama'ah dimana saja berada baik itu didalam negeri maupun diluar negeri yang menyempat-nyempatkan membaca nasehat ini.Atas kesakdermoanya para saudara jama'ah semua , kami syukuri Allhamdulillahi jazza kumullohu khoiro. Adapun yang tidak sempat membaca nasehat ini  saya doakan semoga bisa tetap menetapi Qur'an Hadist Jama'ah dimanapun kapanpun dan bagaimanapun keadaanya.


Dan saya ingatkan supaya benar-benar sakdermo karena Allah mengharapkan Syurganya Allah dan ingin terhindar dari Nerakanya Allah.


Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amalan kecuali dengan dasar murni dan mencari wajahnya Allah ( karena Allah ).


Maka dari itu supaya hatinya benar-benar di toto jangan sampai salah niat, berubah niat bahkan sampai tanpa niat.Adapun nasehat dan ajakan saya disini sakdermo menyambung nasehat ajakan Bapak Imam/Bapak Pengatur kita, satu-satunya jama'ah selalu tetap menetapi, memerlukan dan mempersungguh Qur'an Hadist Jama'ah sampai tutup pol ajalnya masing-masing.


Adapun yang dimaksud satu-satunya Jama'ah semua warga Jama'ah itu wajib menetapi Jama'ah jangan sampai ada yang terlewatkan. Misalnya dalam keluarga ada 5 orang Jama'ah, semua itu wajib menetapinya, jika tidak bisa bersama ya supaya bergantian/giliran yang penting kelimanya harus bisa menetapi.


Dan tetap itu artinya tidak berubah, tidak pindah, tidak gingsir, walaupun banyak cobaan masalah Agama maupun masalah Dunia. Contoh masalah Dunia yaitu digegeri, dimusuhi, difitnah, dijatuhkan dan sebagainya. Semua itu hanya cobaan dari Allah untuk menguji keimanan kita. Untuk itu kita harus selalu sabar dan tetap menetapi Jama'ah jangan sampai terpengaruh.


Adapun menetapi artinya mengerjakan/menjalankan secara terus menerus peraturan Allah, Rosul dan Imam yang tidak maksiat. Mengerjakan kewajiban dan dapukan masing-masing, tertib dalam ibadah dan menjauhi larangan-larangan Allah serta mengerjakan peraturan Allah dan Rosul.Yang dilmaksud memerlukan yaitu mengerjakan sampai berhasil sampai mati.


Sedang Mempersungguh adalah lahir batin didalam Jama'ah, lahirnya selalu bergaul dengan orang Jama'ah berhubungan dengan orang Jama'ah sehingga disaksikan lahirnya selalu dalam Jama'ah, adapun batinya selalu mendekatkan kepada Allah, " Taqorrup illalloh selalu berdoa kepada Allah supaya ditetapkan keimananya dan bisa menetapi sampai pol ajal mati datang. Adapun hasilnya barang siapa yang bisa menetapi Qur'an Hadist Jama'ah sampai mati wajib masuk Syurga.


Dan barang siapa yang taat Allah dan utusannya maka Allah akan memasukkan kedalam Syurga

Dan barang siapa yang menentang Allah dan Rosulnya serta melanggar peraturan-peraturanya, maka Allah akan memasukan kedalam Neraka.

Dan untuk menetapi Qur'an Hadist Jama'ah, Bapak pengatur kita telah membuat lima progam yaitu 5 Bab dan itu tidak ngawur melainkan ada dasarnya dan pedomanya yaitu dasar Qur'an dan Hadist Nabi. Adapun perincian 5Bab yaitu Mengaji, Mengamal, Membela, Sambung, Toat.



1. MENGAJI

Mengaji/mencari ilmu itu wajib bagi kita, semua Orang mulai dari kecil sampai mati
Mencari ilmu itu wajib bagi tiap-tiap islam ( HR.Muslim ).
Adapun hasil mengaji banyak sekali antara lain : 

  A. menambah pengetahuan

  B. menghilangkan kebodohan
  C. mengesahkan amalan.dan masih banyak lagi manfaatnya

Seperti mengetahui ilmu yang wajib yaitu ada 3, adapun selain itu hanya keutamaan. 3 ilmu itu adalah Alqur'an, Al-Hadist, dan ilmu pembagi waris yaitu Faroid/pembagi waris.

Al-qur'an itu merupakan kalamnya Allah yang berisi perintah, larangan dan cerita. Perintah wajib kita laksanakan, Larangan wajib kita jauhi dan Cerita wajib kita percayai. Sedangkan Al-Hadist itu ucapan Nabi tingkah laku Nabi, ikrar Nabi dan juga cita-cita Nabi. Dan barang siapa yang mau menetapinya maka dia akan masuk Syurga seperti dalam sabda Nabi : 

Barang siapa yang menghidupkan sunnahku maka dia sungguh senang padaku dan barang siapa yang senang berati dia bersamaku masuk Syurga. 


Adapun ilmu Faro'id itu telah tercantum didalam Al-qur'an dan Al-Hadist. Dan jangan sampai kita tidak mau mengaji, sebagaimana sabda Nabi :


Jadilah kamu orang yang Alim (mubaligh/mubaligot), kalau tidak bisa jadilah orang yang belajar (jama'ah biasa), dan kalau tidak bisa jadilah orang yang mendengarkan , dan jika tidak bisa membaca/menulis jadilah orang yang mustamik, Atau jika tidak mampu jadilah orang yang senang pada pengajian, dan jangan menjadi orang yang kelima yaitu orang rugi yang tidak bisa mengerjakanya.


2. MENGAMAL

Setelah kita mengaji dan mengetahui ilmunya kita wajib mengamalkan terus-menerus sampai tutup pol ajal kita masing-masing, sebab amalan yang pertama kali dihisab yaitu amalan terakhir kita.
Sembahlah Tuhanmu sampai datangnya mati, jangan sampai amalan kita putus ditengah jalan. Misalnya, setelah dewasa berumah tangga karena tidak kuat menghadapi cobaan kita keluar dari Jama'ah, itu jangan sampai. Dan supaya kita benar-benar bisa mengamalkan apa yang kita kaji sebab sesungguhnya surga itu diwariskan kepada orang yang mau beramal.

Demikian itu Syurga diwariskan kepadamu sebab perbuatan dan pengamalanmu.


Dan jangan sampai kita mengamalkan sesuatu yang tidak tau dasarnya, tidak tau ilmunya karena itu kita tidak akan diterima oleh Allah.Seperti firman Allah surat Bani Israil Ayat 36


Dan janganlah kamu mengerjakan amalan yang tidak kamu tau ilmunya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan ditanya.


Dalam pengamalan kita harus mempunyai pedoman, Penertiban, Peningkatan dan Penggemblengan


a. Penertiban yaitu, amal ibadah kita haruslah lebih tertib dari yang sebelumnya, ditertibkan ngajinya ditertibkan sholatnya, juga ditertibkan ibadah-ibadah sunnahnya dan lain-lain.


b. Peningkatan yaitu, semakin lama dalam Jama'ah kita harus lebih menigkatkan kefahaman kita, lebih menigkatkan amalan-amalan kita yang akan memasukkan kita kedalam Syurga.


c. Penggemblengan yaitu, sebagai orang Jama'ah kita digembleng untuk jadi orang yang baik, bisa hidup apa adanya, bisa narimo ing pandom menerima semua pemberian dari Allah/bersyukur, tidak menggerutu, dan tidak terlalu ngoyo yang penting bisa ibadah, jangan hanya ingin hidup mewah dan berfoya-foya, ingatlah bahwa dunia ini hanya sementara dan yang kekal adalah diakhirat Syurga dan Neraka itu. Dan dalam mencari Syurga itu ya memang berat seperti dipenjara.Dunia ini adalah penjaranya orang iman dan Syurganya orang kafir. Maka dari itu jangan sampai terpengaruh pada dunia.


3. MEMBELA

Dalam menetapi Qur'an Hadist Jama'ah ini kita juga perlu pembelaan sebab agama ini sama halnya dengan benda mati, tidak bisa bergerak dan berkembang jika tidak dibelan-belani.

Berangkatlah kamu dengan keadaan ringan dan berat, dan belalah Agama Allah dengan harta dan dirimu, seperti itu baik bagimu jika kamu tau.


Dalam pembelaan kita harus mempunyai prinsip sabar, benar dan berani.

benar yaitu Agama yang kita bawa dan kita perjuangkan itu harus agama yang benar.
Berani yaitu, dalam memperjuangkan agama haruslah menjadi orang yang pemberani, karena jika agama dipegang oleh orang yang lacut dan curang maka agam tidak akan bisa berjalan dan berkembang.
Sabar/tabah yaitu, untuk memperjuangkan Qur'an Hadist Jama'ah ini perlu kesabaran dan ketabahan sebab jika tidak sabar dan tabah ya mana mungkin bisa berkembang seperti sekarang ini contohnya Bapak H. Nurhasan dulu jika tidak sabar menghadapi cobaan dan rintangan manamungkin kita dapat menemukan agama yang benar ini.
Dana/Modal yaitu, memperjuangan kita ini ya perlu dana/modal. Contohnya Bapak H. Nurhasan rela menyerahkan hartanya untuk perjuangan Qur'an Hadist Jama'ah.
Dan ketika kita mati amalan kita semuanya akan putus kecuali ada 3 perkara yaitu :

1. Sodaqoh jariyah : Amalan ini akan tetap mengalir walaupun kita sudah mati. Contohnya kita membangun masjid, baik sodaqoh harta, benda dan sebagainya.

Barang siapa ia membangun masjid didunianya, Maka Allah membangunkan untuknya rumah di Syurga.
Untuk itu kita harus memperbanyak sodaqoh kita.

2. Ilmu yang bermanfaat : ilmu yang kita pelajari dan yang dapat kita sampaikan pada orang lain serta dapat kita amalkan/praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya mengajar/seperti mubaligh,mubaligot.

3. Anak yang sholih dan Sholihah yang selalu mendoakan kepada kedua orang tuanya